Kamis, 06 Mei 2010

Aku, Botol Mineral dan Bumi kita


Sudah empat hari ini ada yang berbeda dengan tas hitam Bodypack yang selalu aku cangklong di pundakku. Sisi sebelah kirinya terasa kosong. Tinggal jaring jaringnya saja yang terbuka hampa. Menunggu sesuatu untuk diletakkan disana. Hehe. Sok dramatis. Padahal yang kurang itu cuma botol air mineral yang selalu aku bawa. Untuk diisi dan diminum dan kembali diisi lagi. Dihari biasa tak mungkin botolku tercinta aku tinggalkan, tapi sekarang lagi bulan ramadhan, semua orang menjalankan ibadah puasa. Masa ya aku mau bawa ‘godaan’ ke mana mana. Hehe.
Ga seru…..
Btw, sejak kapan ya aku memulai kebiasaan membawa air mineral ‘isi ulang’ ini ya? Yang jelas sih udah lama banget, bakhan sebelum isu global warming santer dicanangkan. Klo ga salah kebiasaan ini dah mulai sejak aku smp. Basically karena perjalanan ke sekolahan yang emang rada jauh dan sifat aku yang males jajan (baca: ngirit bin pelit). Begitu turun angkot masih harus jalan kaki jauuuuuh banget. Ditambah lagi kalo siang. Nunggu angkotnya sambil kepanasan dan lamaaaaaa banget. Di SMA juga, karena SMA ku di luar kota otomatis perjalanannya juga jauh, hampir 30 menit. Nah daripada di bus kehausan dan jajan di asongan yang ga jelas kebersihannya mending bawa air mineral ‘isi ulang’ sendiri. Hehe. Pinter tenan.
Tapi paling seneng ya akhir akhir ini. Tas bodypackku sudah menyediakan slot buat tempat air mineral di bagian luarnya. Jadinya buat melakukan akses ke sumber air minum jadi lebihcepat dan mudah. Trus karena tempatnya berupa jala jala, jadi ya sekalian show off juga. Meskipun kadang orang melihat dengan sedikit aneh dan bilang macem macem. Yang aku mirip anak TK lah, yang kaya orang mau camping lah. Terserah. Yang jelas ini merupakan bentuk kepedulianku buat lingkungan (walopun niat awale gak gitu ^^;).
Keep Going Prince!!! Semangat!!!
Did You Know?
  • Dengan mengisi ulang botol air mineral kita berarti kita sudah menerapkan dua dari 3R, yaitu reduse dan reuse
  • Sampah plastik (termasuk botol plastik) membutuhkan waktu 1000 tahun untuk dapat terurai dengan sempurna
  • Walaupun botol minum kemasan manggunakan jenis plastik PET yang bersifat sekali pakai, tapi effect destructivenya ternyata ga begitu kentara pada tubuh manusia.