Tampilkan postingan dengan label Kejeniusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejeniusan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2010

John Dalton

            John Dalton (1766-1844) ialah seorang guru SMU di Manchester, Inggris. Ia terkenal karena teorinya yang membangkitkan kembali istilah "atom". Dalam buku karangannya yang berjudul New System of Chemical Philosophy ia berhasil merumuskan hal tentang atom sekitar tahun 1803.

Ia menyatakan bahwa materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi. Tiap-tiap unsur terdiri atas atom-atom dengan sifat dan massa identik, dan senyawa terbentuk jika atom dari berbagai unsur bergabung dalam komposisi yang tetap.

Berikut 5 Teori Atom Dalton:

  1. Unsur-unsur terdiri dari partikel-partikel yang luar biasa kecil yang tidak dapat dibagi kembali(disebut                   atom).Dalam reaksi kimia,mereka tidak dapat diciptakan,dihancurkan atau diubah menjadi jenis unsur yang           lain.
  2. Semua atom dalam unsur yang sejenis adalah sama dan oleh karena itu memiliki sifat-sifat yang serupa;seperti       massa dan ukuran.
  3. Atom dari unsur-unsur yang berbeda jenis memiliki sifat-sifat yang berbeda pula.
  4. Senyawa dapat dibentuk ketika lebih dari 1 jenis unsur yang digabungkan.
  5. Atom-atom dari 2 unsur atau lebih dapat direaksikan dalam perbandingan-perbandingan yang berbeda untuk menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa

Walau di kemudian hari terbukti ada 2 di antara 5 teorinya yang perlu ditinjau kembali, ia tetap dianggap sebagai bapak pencetus teori atom modern, terlebih lagi karena teorinya tersebut mampu menerangkan Hukum kekekalan massa Lavoisier dan Hukum perbandingan tetap Proust.

Rabu, 16 Juni 2010

Kejeniusan Albert Einstein

Cerita yang sungguh menyentuh hati, bahwa semakin berilmu seorang manusia, semakin tinggi pula imannya.
Sebenarnya sudah agak lupa, tapi saya akan coba ceritakan kepada Anda sebuah cerita yang diceritakan oleh seseorang kepada saya beberapa hari yang lalu. Mungkin banyak dari Anda yang telah mendengar cerita ini, namun saya akan tetap menulisnya.

Ketika Einstein masih kuliah, profesornya menantang mahasiswa untuk menjawab pertanyaan,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, apakah kejahatan itu ada? apakah Tuhan menciptakan kejahatan?"
Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan

Kemudian Einstein membalas pertanyaan profesor tersebut dengan menanyakan sesuatu,
"Pak, apakah dingin itu ada?"
Sang profesor dengan bingung menjawab, "pertanyaan macam apa itu?"

Kemudian jawaban Einstein," kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
Einstein melanjutkan, ‘Profesor, apakah gelap itu ada?’
Profesor itu menjawab, ‘Tentu saja itu ada.’
Jawaban Einstein, "Sekali lagi anda salah Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya Einstein kembali bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini Einstein menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, ‘kejahatan’ adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

..............
nah, seharusnya, manusia yang semakin berilmu semakin bertambah pula keimanannya kepada Tuhan. Jika iman Anda lemah, berarti Anda belum berilmu.
Cerita ini membuat saya tersentuh.

Kamis, 06 Mei 2010

Bahagia Dengan Kemampuan Otak

Kemampuan Otak dalam kamus didefinisikan adalah “kekuatan otak atau kapasitas otak” definisi lain yang lebih mengenai kemampuan otak manusia yang lebih mengena adalah “Kekuasaan menggunakan kapasitas otak untuk melakukan atau bertindak secara efektif”.

Kekuasaan bukan hanya milik hal-hal yang memiliki potensi, tetapi kemampuan untuk menggunakannya. Kekuatan militer, misalnya, tidak muncul semata-mata dari kepemilikan senjata, tetapi juga orang-orang yang telah dilatih untuk menggunakannya.


Dengan cara yang sama, kecerdasan saja bukan suatu bentuk kepandaian jika tidak ada kemampuan untuk menggunakannya secara efektif. Mungkin kita sering menemukan orang-orang yang cerdas yang bisa bicara tanpa henti tentang hampir semua topik, tapi mengalami kesulitan benar-benar melakukan sesuatu dalam hidup. Anda mungkin mengatakan bahwa orang semacam itu memiliki banyak potensi kemampuan otak, tetapi ada sesuatu yang kurang yaitu ia tidak dapat menerapkan salah satu saja dari ide-idenya tersebut.
Kita kadang-kadang kagum pada kecerdasan, tapi kita lupa bahwa seperti semua yang adapada alat, tidak akan mempunyai nilai jika hanya sekedar potensi atau hanya di dalam dirinya sendiri. Apakah satu miliar rupiah memiliki nilai yang sesungguhnya jika hanya terkubur di dalam tanah? Apakah orang bisa kaya hanya karena ia mempunyai potensi bisnis yang lebih baik? Apakah seorang seniman bisa hebat karena ia bisa belajar untuk menjadi lebih baik daripada yang terbaik? Potensi yang belum direalisasi sama dengan belum terwujud.

Mendefinisikan Kekuatan Otak

Saya akan mengatakan bahwa Einstein, yang juga memiliki IQ tinggi, memiliki banyak kemampuan otak, karena ia menghasilkan banyak hal dengan kecerdasannya. Henry Ford, yang tidak dikenal karena IQ tinggi, juga memiliki banyak kemampuan otak, karena dia sangat efektif menggunakan intelejen yang dimilikinya. Lalu ada jutaan intelektual yang benar-benar memiliki potensi dan mungkin bahkan nilai IQ yang tinggi, tetapi sepertinya tidak pernah menemukan cara untuk membuat sesuatu yang berarti untuk dunia ini atau di kehidupan mereka sendiri. Dengan begitu berarti mereka tidak memiliki kemampuan otak yang nyata.

Jika Anda setuju dengan definisi kepintaran ini, dan anda ingin meningkatkan kemampuan otak anda, Anda harus melakukan beberapa hal.

Pertama, miliki lebih banyak pengetahuan yang dibutuhkan dan belajar teknik-teknik tertentu seperti teknik-teknik pemecahan masalah. Di samping itu ada hal lain yang lebih penting yaitu anda harus bisa menghubungkan kecerdasan mentah anda dan teknik untuk kehidupan nyata.

Dengan kata lain, kemampuan otak anda tidak akan meningkat jika memiliki teknik pemecahan masalah yang baru jika kita tidak pernah berusaha untuk menyelesaikan masalah nyata dengan teknik yang baru kita pelajari itu. Dengan kata lain, semua hal yang kita tahu tentang fisika, biologi atau politik tidak akan berarti banyak jika kita hanya menghabiskan hidup kita untuk mencuci piring atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pengetahuan kita tadi.

Menariknya, banyak orang yang sangat cerdas tetapi tidak tahu cara meningkatkan kemampuan otak dan tidak bahagia. Mungkin ini diakibatkan oleh kurangnya usaha mereka untuk membuat hal-hal yang mereka ketahui untuk menjadi sesuatu yang dapat mereka terapkan guna mempermudah pemecahan masalah dalam kehidupan nyata mereka.
(dari brainvit.com)
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini

Mengasah Otak Kita



Mengasah Otak