Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2010

Planet X , Nibiru dan Kiamat 2012

Baru-baru ini saya mendapat pertanyaan mengenai ramalan suku maya dan tahun 2012. Di kesempatan lain, saya ditanya soal Nibiru dan hubungannya dengan tahun 2012. Jadi saya memutuskan untuk memposting tulisan mengenai topik ini. Dalam 3 tahun ini, saya yakin kita akan sering mendengar soal topik ini disinggung.

Pada tulisan kali ini, saya tidak akan langsung bercerita soal kalender suku Maya. Saya hanya akan membahas soal Planet X, Nibiru dan hubungannya dengan tahun 2012. Menurut saya untuk memahami hubungan kalender suku Maya dengan tahun 2012, kita harus memahami konsep Planet X dan Nibiru terlebih dahulu. Soal kalender Maya akan saya tulis di post yang lain.

Untuk mempermudah penjelasan, saya akan menulisnya dalam urutan kronologi waktu. Mungkin tulisan ini tidak ada unsur misterinya karena memang cuma untuk menambah pengetahuan. Walaupun saya ingin membahasnya dengan singkat, namun kelihatannya tulisan ini cukup panjang juga (maaf).

Periode Pembentukan Konsep Planet X, Nibiru dan Kiamat 2012
Kita mulai dari tahun 1846.
Pada tanggal 30 September 1846, satu minggu setelah planet Neptunus ditemukan, seorang ahli matematika Perancis bernama Le Verrie mengumumkan kemungkinan masih adanya planet lain di tata surya kita yang belum ditemukan. Ia menggunakan teori mekanika Newton untuk mengukur gangguan orbital Neptunus dan menyimpulkan bahwa gangguan ini pastilah disebabkan oleh gaya gravitasi planet lain.

Pada 10 Oktober tahun yang sama, Triton, bulannya Neptunus ditemukan. Dengan penemuan Triton, maka para astronom dapat menghitung kembali massa planet Neptunus. Namun diluar perkiraan mereka, mereka menemukan massa Neptunus lebih besar 2% dari yang diperkirakan. Perhitungan ini sudah memasukkan pengaruh gravitasi Uranus. Bahkan ketika pluto ditemukan pada tahun 1930, para ilmuwan menyimpulkan bahwa pluto tidak cukup besar untuk mempengaruhi massa Neptunus.

Jadi astronom kembali berusaha mencari planet lain yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan massa Neptunus.

Planet lain yang belum ditemukan itulah yang disebut planet X. Jadi planet X sesungguhnya adalah sebuah penyebutan planet yang dipercaya ada, namun belum ditemukan. Konsep ini sesungguhnya telah ada sejak tahun 1840an. Bukan sesuatu yang baru.

Misteri anomali massa Neptunus terus bertahan hingga tahun 1980.

Tahun 1966
Michael D. Coe, seorang peneliti dan penulis mulai mempopulerkan konsep kiamat 21 Desember 2012 yang didasarkan pada perhitungan kalender suku Maya. Konsep Michael D Coe terus dikutip oleh banyak penulis hingga tahun 1990an.

Tahun 1976.
Sebuah buku kontroversi berjudul "The twelfth Planet" diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam bukunya, Sitchin menginterpretasikan kembali tulisan Sumeria kuno yang telah berumur 6.000 tahun dengan mengganti nama dewa-dewa Sumeria dengan nama-nama planet hipotetis.

Menurut Sitchin, pada masa sebelum ada planet bumi, ada sebuah planet yang bernama Tiamat yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Suatu hari orbit Tiamat dimasuki planet raksasa lainnya yang besarnya sekitar 20 kali Jupiter. Planet ini bernama Nibiru. Nibiru sendiri berarti "tempat persimpangan" atau "tempat terjadinya transisi".

Perjumpaan ini menyebabkan Tiamat bertabrakan dengan salah satu bulan Nibiru. Pecahan dari tabrakan ini menyebabkan terbentuknya planet Bumi.

Menurut Sitchin, Nibiru adalah tempat berdiamnya satu ras alien yang bernama Annunaki yang memiliki periode orbit 3.630 tahun mengelilingi matahari. Annunaki yang selamat dari tabrakan itu kemudian datang ke bumi. Lalu ceritanya berkembang. Annunaki konon katanya memodifikasi genetika primata di bumi dengan cara mencampurnya dengan gen mereka sendiri untuk menciptakan homo sapiens (manusia) sebagai budak mereka.

Ketika Annunaki meninggalkan bumi, mereka membiarkan manusia (yang merupakan primata hasil modifikasi genetika) memerintah bumi hingga mereka datang kembali ke bumi.


Para pengikut Sitchin kemudian mengambil konsep dan istilah planet X untuk menggambarkan planet Nibiru. Bagi mereka Planet X yang sedang dicari-cari sesungguhnya adalah Nibiru.

Inilah pertemuan pertama antara konsep Planet X dan Nibiru.

Para pengikut Sitchin kemudian juga menghubungkan kedatangan kembali Nibiru dengan perhitungan kiamat kalender suku Maya. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa Planet Nibiru akan masuk ke orbit bumi pada tanggal 21 Desember 2012.

Ingat bahwa gravitasi planet akan mempengaruhi planet lain yang didekatnya. Nibiru yang disebut memiliki besar 20 kali Jupiter dipastikan akan membawa kehancuran bagi planet bumi.

Sekarang Planet X, Nibiru dan kiamat 2012 sudah terhubung.

Timbul tenggelamnya konsep Nibiru dan kiamat 2012

Tahun 1980an
.
NASA mengumumkan bahwa anomali massa Neptunus ternyata adalah sebuah kesalahan pada data observasi. Setelah data tersebut diperbaiki, maka tidak lagi ditemukan kesalahan orbital. Misteri yang bertahan sejak 1840an terpecahkan.

Wacana Nibiru dan kiamat 2012 mulai tenggelam perlahan-lahan.

Tahun 1983 
Headline media-media menulis bahwa dua astonom bernama Neugebauer dan Houck menemukan sebuah planet yang seukuran Jupiter melanglang buana di antariksa sekitar 2 miliar kilometer dari matahari.

Orang-orang mulai bertanya-tanya, apakah ini mungkin tanda keberadaan Nibiru.

Namun ternyata media salah ! Neugebauer dan Houck hanya mengatakan bahwa mereka menemukan ketidakberaturan dalam spektrum infrared. Ini bisa berarti apa saja, mulai dari sebuah planet hingga sebuah galaksi.

Tidak berapa lama, kedua astronom tersebut mengkonfirmasi bahwa temuan mereka menunjukkan adanya sebuah galaksi (Ultra luminous infrared galaxies - ULIRGs), bukan planet. ULIRGs adalah tempat dimana bintang-bintang lahir.

Tahun 1994.
Seorang peneliti dan astrolog bernama John Major Jenkins menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Tzolkin : Visionary Perspectives and Calender Studies"

Dalam bukunya ia menafsirkan arti periode-periode kalender Maya. Bukan sesuatu yang baru, namun Jenkins kembali mempopulerkan konsep kalender maya yang telah dipopulerkan sebelumnya oleh Michael D Coe. Jenkins dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran kembali konsep kiamat 2012.

Kiamat 2012 kembali mendapat perhatian dunia, didorong oleh publikasi buku Jenkins.

Tahun 1995
Seorang paranormal bernama Nancy Lieder mengklaim bahwa ia diperingatkan oleh suatu ras alien yang tinggal di sebuah planet yang terletak di sistem planet Zeta Reticuli bahwa Nibiru akan menghancurkan bumi pada Mei 2003.

Tahun 2003
Ramalan Nancy Lieder meleset. Mei 2003, dunia tidak kiamat. Nancy Lieder mengkoreksi ramalannya menjadi tahun 2012.

Tahun 2005
Nasa mengumumkan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2003 sebelumnya telah ditemukan sebuah planet baru kesepuluh yang diberi nama Eris. Orang-orang segera mengasosiasikannya dengan Nibiru.

April 2006
Arti kata Planet didefinisikan ulang. Berdasar pada definisi baru ini, Eris masuk kedalam kategori planet mini bersama Pluto. Lagipula karakter Eris sangat jauh dari Nibiru. Periode orbit Eris hanya 556,7 tahun.

Tahun 2007 - sekarang
Konsep kiamat 2012 kembali dihidupkan oleh beberapa buku populer. Namun kali ini, Nibiru bukan dianggap sebagai penyebab kiamat, melainkan badai matahari (solar maximum). Nibiru hanya menjadi wacana sampingan, tertutup oleh popularitas badai matahari.

Kesimpulan 
Sekarang pertanyaannya, bisakah kita mengatakan konsep Nibiru dan kiamat 2012 sebagai hoax ?

Jawabannya tidak !

Konsep nibiru dan kiamat 2012 adalah sebuah penafsiran atas catatan-catatan kuno oleh seorang peneliti. Kita tidak pernah bisa menyebut penafsiran sebagai hoax. Hoax adalah sebuah kebohongan yang disengaja dan ditujukan untuk olok-olok atau untuk keuntungan tertentu. Sitchin tidak pernah bermaksud untuk membuat olok-olok. Ia sangat meyakini apa yang dikatakannya.

Yang bisa kita sebut hoax adalah klaim bahwa Planet Nibiru telah ditemukan oleh NASA. NASA telah menyangkalnya. Namun entah kenapa para pengikut Sitchin tidak pernah mau menerima penyangkalan NASA.

Tentang 2012 Dalam Tata Surya

           tahun 1983, NASA mengorbitkan sebuat Satelit namanya The Infrared Astronomical Satellite (IRAS), yang bertujuan untuk mendeteksi object-object planet yang ada digalaxy kita (http://space.skyrocket.de/index_fram…_sdat/iras.htm). Dan hasilnya dari statelit ini menangkap adanya planet baru yaitu NIBIRU atau PLANET X yang akan memasuki Sistem tata surya matahari.

Tapi berita ini disembunyikan oleh NASA, kenapa?

1. Nasa Mengclaim pada kejadian itu akan membuat 2/3 Populasi manusia akan musnah

2. Ada 2 Versi orbit PLanet X / Planet Nibiru yang Beredar di NASA dan ESA (European Space Agency).
planet

Apa efeknya bagi dunia Jika dihantam benda segitu besar? Tsunami setinggi 3-5 KM & bersamaan dengan Gempa Bumi lebih dari 10 SR, kehilangan tekanan udara menyebabkan badai yang besar. Pemberitaan Resmi NASA tentang perubahan Polar System tahun 2012 sudah keluar di web resminya:

http://science.nasa.gov/headlines/y2…ormwarning.htm

http://www.gvnr.com/74/3.htm

Disana dikatakan akan adanya badai besar pada tahun 2012 dan Tsunami besar di tahun 2012, pada wilayah lautan disekitar “Convenyor Belt” & Indonesia adalah bagian dari “Convenyor Belt”. Dan pada web resminya di : http://science.nasa.gov/headlines/y2…r_oldcycle.htm

Pada web itu, Nasa mengatakan bahwa 2012 polar matahari memiliki titik didih yang sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5x lebih besar dari sekarang. (Lihat Kurva sebelah kanan pada tahun 2012).

Kejadian seperti planet Nibiru ini akan selalu terjadi setiap 3600 tahun sekali & sampe sekarang belum ada jalan keluarnya,itulah kenapa NASA sibuk mencari planet baru yang bisa dijangkau manusia hingga sekarang. NASA mengkalim jika hal ini terjadi maka 2/3 Populasi umat manusia akan lenyap. Jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan dunia akan terjadi, penjarahan dimana-mana, dan global panic. Itu kenapa NASA tutup mulut.

Planet Nibiru dapat dilihat dengan mata telanjang pada tanggal 15 May 2009 sebagai object kemerah2an disiang dan malam. Akan terlihat sangat jelas di bumi bagian selatan, seperti australia, new zealand, america latin, dst. Dan pada bulan May 2011, Planet Niburu akan dapat dilihat secara jelas oleh semua penduduk bumi dengan mata telanjang seperti 2 matahari pada siang hari dan 2 bulan pada malam hari. Dan ‘tabrakan’ akan terjadi pada 21 Desember 2012 dan berakhir pada tanggal 14 Februari 2013. Ada 2 versi yaitu tabrakan atau berdekatan dengan bumi (mempengaruhi gravitasi bumi dan menarik asteroid / meteroid memasuki orbit bumi). Apa yang anda siapkan dari tahun sekarang hingga 2012 ?

Selasa, 15 Juni 2010

Gombalisasi atau Globalisasi ?

Tersebutlah sebuah perusahaan pengeboran minyak dari Eropa yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968. Entah telah berapa juta kilo barrel minyak dieksplorasi dari Delta Mahakam, namun rakyat di sana masih tetap bodoh dan anak-anak lulusan sekolah dari daerah tersebut belum memiliki akses langsung untuk bekerja di perusahaan tersebut. Pemerintah Daerah setempat selama puluhan tahun seperti terbius oleh janji manis perusahaan, sehingga tak memiliki imajinasi untuk sekedar bereaksi atas eksploitasi sumberdaya alam yang berlimpah. Di sisi lain secara diam-diam perusahaan telah melakukan pembodohan sumberdaya manusia lokal karena tak memberinya ruang pemberdayaan melalui pengelolaan sekolah-sekolah yang baik dan bermutu.

Hal yang sama selama puluhan tahun juga terjadi di Aceh dan Papua. Anak-anak usia sekolah dan sekolah mereka malah menjadi korban salah kebijakan. Kebijakan dimaksud selama puluhan tahun lalu memang sangat merugikan dunia pendidikan, di mana baik otoritas pendidikan maupun pemerintah daerah seakan termakan isu gombalisasi dan sentralisasi pemerintah pusat. Jadilah pemda kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan perbaikan dunia pendidikan. Mudah-mudahan cerita pilu tentang eksploitasi sumberdaya ini tak terjadi di Bojonegoro, salah satu kabupaten yang kaya sumber minyak, namun jika salah dalam melakukan perencanaan pengembangan pendidikannya akan bernasib sama seperti Aceh, Papua dan Kaltim.

Agar tak salah arah, otoritas pendidikan kita harus peduli dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Seiring dengan proses demokratisasi yang membawa hawa segar ke arah perbaikan mutu pendidikan, maka penguatan fungsi dan peran pemerintah daerah dalam menata beragam ruang dan kebutuhan publik, termasuk di dalamnya pendidikan, menjadi lebih terbuka. Bahkan atas nama globalisasi dan keinginan mengejar ketertinggalan, dunia pendidikan kita saat ini sangat gencar membuat beragam sekolah internasional. Pertanyaannya adalah, apakah kebijakan tersebut tepat di tengah masih terbatasnya akses dan kesetaraan (access and equity) pendidikan kita?

Masih sulit untuk menjawabnya, karena fenomena sekolah bertaraf internasional baru berlangsung dalam 4 tahun terakhir. Yang paling mungkin dikritisi adalah soal peran dan fungsi sekolah tersebut dalam memilih desain kurikulum yang sesuai dengan budaya lokal. Tanpa penghargaan terhadap budaya lokal maka proses globalisasi yang akan diperkenalkan melalui program internasional bisa jadi merupakan proses pembodohan (stupidity) secara terencana.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian otoritas pendidikan kita tentang program internasional ini adalah bagaimana membangun hubungan dan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Memang ada banyak konsep Corporate Social Responsibility (CSR) yang saat ini dikembangkan dan dilakukan oleh perusahaan. Tetapi tanpa konsep pemberdayaan yang berkesinambungan, maka CSR hanya akan menjadi “wajah malaikat” perusahaan saja, tinimbang memberdayakan. Itulah yang terjadi di Aceh, Papua dan Kaltim, di mana perusahaan hanya membantu hal-hal yang bersifat sporadis dan jangka pendek seperti bantuan fisik dan pembelian alat belajar-mengajar. Dalam teori School Business Management versi Dennis R. Dunklee (2003), tipologi perusahaan seperti ini hanya melakukan peran helping-hand relationship.

Masih menurut Dunklee, sejatinya kita harus dapat menuntut lebih dari para perusahaan tersebut, dengan misalnya melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan pendidikan dalam cakupan jangka panjang (long lasting compact and collaborative effort) yang dapat memengaruhi dengan baik kebijakan pengembangan pendidikan pada suatu daerah. Perubahan kebijakan (policy change) harus menjadi agenda dari setiap produk CRS sebuah perusahaan, karena dengan kerangka itulah masa depan, kesinambungan dan daya tahan sebuah perusahaan akan memperoleh jaminan dari komunitas sekitar.

Akan lebih baik lagi jika hubungan antara dunia usaha, pemerintah dan sekolah dilembagakan dalam sebuah regulasi yang memadai. Hal ini diperlukan agar jangan sampai terulang dunia usaha lepas tangan dan cuci kaki dari setiap tanggungjawabnya. Sementara mereka berasyik ma’syuk mengkeksploitasi sumberdaya alam kita, sekolah-sekolah yang minimal berlokasi di lingkungan tempat mereka beroperasi tak memperoleh keuntungan yang setimpal dan memadai

Kamis, 06 Mei 2010

Aku, Botol Mineral dan Bumi kita


Sudah empat hari ini ada yang berbeda dengan tas hitam Bodypack yang selalu aku cangklong di pundakku. Sisi sebelah kirinya terasa kosong. Tinggal jaring jaringnya saja yang terbuka hampa. Menunggu sesuatu untuk diletakkan disana. Hehe. Sok dramatis. Padahal yang kurang itu cuma botol air mineral yang selalu aku bawa. Untuk diisi dan diminum dan kembali diisi lagi. Dihari biasa tak mungkin botolku tercinta aku tinggalkan, tapi sekarang lagi bulan ramadhan, semua orang menjalankan ibadah puasa. Masa ya aku mau bawa ‘godaan’ ke mana mana. Hehe.
Ga seru…..
Btw, sejak kapan ya aku memulai kebiasaan membawa air mineral ‘isi ulang’ ini ya? Yang jelas sih udah lama banget, bakhan sebelum isu global warming santer dicanangkan. Klo ga salah kebiasaan ini dah mulai sejak aku smp. Basically karena perjalanan ke sekolahan yang emang rada jauh dan sifat aku yang males jajan (baca: ngirit bin pelit). Begitu turun angkot masih harus jalan kaki jauuuuuh banget. Ditambah lagi kalo siang. Nunggu angkotnya sambil kepanasan dan lamaaaaaa banget. Di SMA juga, karena SMA ku di luar kota otomatis perjalanannya juga jauh, hampir 30 menit. Nah daripada di bus kehausan dan jajan di asongan yang ga jelas kebersihannya mending bawa air mineral ‘isi ulang’ sendiri. Hehe. Pinter tenan.
Tapi paling seneng ya akhir akhir ini. Tas bodypackku sudah menyediakan slot buat tempat air mineral di bagian luarnya. Jadinya buat melakukan akses ke sumber air minum jadi lebihcepat dan mudah. Trus karena tempatnya berupa jala jala, jadi ya sekalian show off juga. Meskipun kadang orang melihat dengan sedikit aneh dan bilang macem macem. Yang aku mirip anak TK lah, yang kaya orang mau camping lah. Terserah. Yang jelas ini merupakan bentuk kepedulianku buat lingkungan (walopun niat awale gak gitu ^^;).
Keep Going Prince!!! Semangat!!!
Did You Know?
  • Dengan mengisi ulang botol air mineral kita berarti kita sudah menerapkan dua dari 3R, yaitu reduse dan reuse
  • Sampah plastik (termasuk botol plastik) membutuhkan waktu 1000 tahun untuk dapat terurai dengan sempurna
  • Walaupun botol minum kemasan manggunakan jenis plastik PET yang bersifat sekali pakai, tapi effect destructivenya ternyata ga begitu kentara pada tubuh manusia.

Rabu, 05 Mei 2010

Bulan Purnama dan Gempa Bumi

Jika ada orang yang menyatakan diri bisa memprediksi gempa bumi, jangan dulu dipandang dengan sebelah mata. Karena hal itu ternyata memang mungkin dilakukan.

Seorang ilmuan bernama
Jim Barkland melakukan penelitian mengenai korelasi antara bulan purnama dengan gempa bumi.


Barkland adalah seorang Doktor dari
University of California yang bekerja di kantor Geologi Santaclara, California. Suatu ketika dia menyadari bahwa gempa bumi selalu terjadi saat matahari dan bulan berada pada satu garis lurus, yaitu ketika terjadi bulan purnama. Pada posisi ini bulan dan matahari berada pada posisi yang saling berlawanan. Bumi terdiri atas lempengan lempengan yang mengambang di atas cairan inti bumi. Ketika bulan purnama terjadi lempengan tersebut tertarik masing masing ke arah yang berlawanan, yaitu ke arah matahari dan ke arah bulan karena gravitasinya masing masing. Analoginya adalah seperti terjadinya pasang dan surut permukaan air laut. Hanya saja yang pasang dan surut disini adalah 'cairan inti bumi'. Pasangnya carian tersebut kemudian akan menggerakkan lempeng benua yang mengambang diatasnya. Lempengan tersebut kemudian akan saling bergesekan satu dengan yang lainnya hingga menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Gempa bumi lebih sering terjadi (dan terjadi dengan kekuatan yang lebih besar) ketika bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi. Posisi ini disebut dengan Perigee. Pada posisi ini kekuatan gravitasi bulan meningkat sehingga gaya tariknya terhadap lempeng bumi juga kuat. Sebaliknya pada saat posisi terjauhnya, yaitu apogee gempa yang terjadi juga lebih lemah dan dengan frekuensi yang lebih sedikit.

Publikasi akan temuannya tersebut sempat mendapat penghinaan dana pelecehan dari teman-teman seprofesinya. Bahkan ia sempat di larang dan diskors selama 2 bulan dari pekerjaannya karena prediksi-prediksinya dianggap membuat masyarakat menjadi panik. Ia juga diminta berjanji untuk tidak melakukan prediksi-prediksi lagi. Hingga pada tanggal 10 maret 1997, namanya kemudian menjadi terkenal. Hal itu tak lain karena ia memprediksi akan terjadi gempa bumi di San Fransisco, dan itu benar terjadi!
Walaupun sampai sekarang belum dikeluarkan hasil penelitian resmi mengenai hal tersebut oleh pihak manapun, tetap saja itu bisa dijadikan referensi bagi kita dalam menghadapi datangnya bencana gempa.

Lebih lanjut untuk mengetahui lebih lengkap mengenai topik ini klik
disini, dan untuk menghitung kapan terjadi apogee dan perigee klik disini.